Perlu Perpustakaan Desa Untuk Menekan Rendahnya Minat Baca Masyarakat

Wakil Bupati Blora H. Arief Rohman, MSi mengemukakan minat baca masyarakat  di wilayah desa dan kelurahan di kabutapen Blora masih relatif rendah sehingga perlu didukung adanya perpustakaan di sekitar lingkungan setempat. Demikian hal itu disampaikan pada acara sosialisasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2017 tentang Perpustakaan bagi kepala desa yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora, Selasa (3/5).

“Minat baca dan kebiasaan membaca di Blora masih relatif rendah. Hal itu karena kurangnya sarana perpustakaan yang terjangkau bagi warga desa. Oleh karena itu perlu didukung adanya perpustakaan dengan buku-buku, pengelolaan yang baik sehingga menarik perhatian warga masyarakat. Untuk penambahan buku bisa dicarikan terbosan dari CSR,” kata Wakil Bupati Blora  H. Arief Rohman dalam sambutan mewakili Bupati Blora Djoko Nugroho.

Pentingnya perpustakan desa, menurut Wakil Bupati, karena Tujuan Negara Indonesia dalam pembukaan UUD 1945 yaitu Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Kemudian didukung UU Perpustakaan No 43 Tahun 2007, UU Desa No 6 Tahun 2014 tentang Perpustakaan Desa Kewenangan Lokal Desa, Inpres No 15/1974 tentang Perencanaan, Pengaturan, Pengendalian dan Pengembangan Minat Baca.

“Visi dan misi Kabupaten Blora, yakni mewujudkan masyarakat Blora lebih sejahtera dan bermartabat. Salah satunya dengan adanya perpustakaan di tingkat desa,” jelasnya.

Masih menurut Wabup, program dan stimulasi pemerintah untuk meningkatlkan minat dan budaya baca belum meningkatkan kualitas budaya masayarakat dalam kegemaran, membaca, menulis dan memanfaatkan perpustakaan.

Guna mewujudkan visi misi Pemkab Blora dan mendukung pelaksanaan pembangunan desa, kepada kepala desa diimbau untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan UU Desa No 6 Tahun 2014 pasal 19 ayat b, tentang pelaksanaan kewenangan lokal berskala desa (kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan desa, diantaranya perpustakaan desa).

Besama-sama mendukung pelaksanaan UU Perpustakaan No. 43 tahun 2007 Pasal 15 dan 16, tentang Pembentukan dan Penyelenggaraan Perpustakaan Desa.

Kemudian, bersama-sama mewujudkan Perpustakaan Desa sebagaimana Kepmendagri No 3/2001 (pasal 1 ayat 2) sebagai wadah penyediaan bahan bacaan sebagai salah satu sumber belajar bagi warga masyarakat dalam rangka mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat serta menunjang pelaksanaan pendidikan nasional.

“Dari data yang kami himpun jumlah Perpustakaan desa di Blora sebanyak 39 unit. Sedangkan di tingkat kelurahan sebanyak 9 unit. Yang lain perlu segera menyesuaikan,” tandas Wabup Arief Rohman.

Lebih lanjut, Wabup Arif Rohman mengimbau kepada kepala desa untuk mewujudkan keberadaan perpustakaa desa di lingkungan kantor desa, memberikan perhatian yang baik dan cukup terhadap perpustakaan desa. Sebab, keberhasilan pembangunan diantaranya berdasarkan kualitas masyarakat.

“Membaca dapat merespon otak untuk menyerap informasi, memahami lalu bahkan memecahkan suatu masalah. Semakin banyak informasi yang diserap, semakin baik untuk membantu kefasihan dalam bertutur kata. Membaca bisa dikatakan sebagai kebutuhan dasar bagi manusia. Ke depan perlu diadakan lomba perpustakaan antar desa dan kelurahan,” ucap Wabup Arief Rohman.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Blora, Drh. Gundala Wejasena menyampaikan, sosialisasi difasilitasi oleh DPK Blora dengan dibagi dua kelompok. Wilayah Blora Bagian Barat yang terdiri dari kecamatan Blora, Ngawen, Japah, Todanan, Kunduran, Banjarejo dan Tunjungan.

“Hari ini, Rabu (3/5/2017) sosialisasi diikuti oleh 146 Kepala Desa dari wilayah Blora Bagian Barat. Bertempat di kompleks Taman Sarbini Blora,” terangnya.

Sedangkan untuk Hari Kamis (4/5), kata Gundala, sosialisasi dilaksanakan untuk kelompok Blora bagian Timur, yakni kecamatan Jepon, Bogorejo, Sambong, Cepu, Kedungtuban, Kradenan, Randublatung dan Jati.

“Bertempat di Kecamatan Cepu,” katanya.

Sosialisasi, menurut Gundala, untuk mewujudkan program literasi di tingkat desa yang didukung melalui anggaran desa.

“Bukan perpusakan perangkat desa, tetapi lebih kepada perpustakaan warga masyarakat desa,” tandasnya. (Dinkominfo Kab. Blora).

One Reply to “Perlu Perpustakaan Desa Untuk Menekan Rendahnya Minat Baca Masyarakat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *