‘Kakekku Datang’ Permudah Warga Gresik Urus Dokumen Kependudukan

 

Gresik – Dinas Dukcapil Kabupaten Gresik mendapat kesempatan langka memaparkan sucsess story penyelenggaraan administrasi kependudukan di wilayah kerjanya.

Sucsess story disampaikan oleh Kabid Pendaftaran Penduduk Kabupaten Gresik, Siti Muklis Yatin, kepada 1.300 peserta Rakornas Dukcapil yang berlangsung di Provinsi Gorontalo beberapa waktu yang lalu. Seluruh kepala Dinas Dukcapil dan Kabid Pendaftaran Penduduk hadir memenuhi Grand Sumber Ria Ballroom, tempat dilaksanakannya Rakornas.

“Kakekku Datang, sejenak Bapak/Ibu mungkin akan bingung apa makna dari kalimat yang berkonotasi sedikit kurang berkaitan dengan pelayanan administasi kependudukan ini”, ungkap Siti Muklis Yatin memulai kisah sukses di dinasnya.

Ternyata, Kakekku Datang merupakan akronim dari Kartu Keluarga Ku Data Ulang. Program ini terinspirasi dari beberapa permasalahan yang terjadi di masyarakat, seperti adanya data ganda, data anomali, masih rendahnya capaian Akta Kelahiran terutama anak usia 0 sampai 18 tahun, dan masih minimnya kesadaran masyarakat untuk melakukan perubahan elemen data yang ada di Kartu Keluarga (KK).

“Dari 369.120 KK, tercatat 256.047 KK (69,37%) yang tidak pernah diperbarui sejak diterbitkan pada tahun 2008”, tambah Titin, begitu ia biasa dipanggil.

Melalui program ini, Pemkab Gresik berupaya menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang inklusif, integratif, dan responsif di tengah masyarakat melalui tiga strategi utama.

Strategi pertama, membentuk downline. “Supaya para pertugas pelayanan administrasi kependudukan bisa share mengenai permasalah dalam pelayanan administasi kependudukan”, jelas Titin.

Strategi kedua, membuat aplikasi, yang sampai saat ini sudah berjalan 6 aplikasi: Like, Cek NIK, Laperda, Dr. Kepo, dan Kependudukan Online.

Like, sebuah aplikasi yang digunakan oleh petugas registrasi untuk mengetahui masyarakat yang telah merekam KTP-el yang berbasis pada NIK dan nomor KK.

Sementara Cek NIK, seperti namanya untuk mengecek apakah seseorang benar merupakan warga Kabupaten Gresik atau bukan. Aplikasi ini juga memungkinkan petugas mengidentifikasi data ganda dan anomali.

Ada juga aplikasi Laperda, yang merupaka aplikasi androit untuk para petugas register desa, digunakan untuk melaporkan warganya yang belum merekam KTP-el dan yang belum memiliki Akta Kelahiran.

Selanjutnya, Dr. Kepo merupakan aplikasi androit untuk mengetahui diagnosa penyakit tiap warga dalam satu KK, berbasis pada nomor KK dan diagnosa penyakit yang terkait administrasi kependudukan setiap warga.

Terakhir, aplikasi Kependudukan Online. Aplikasi berbasis web ini untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan, seperti Akta Kelahiran, Akta Kematian, maupun perubahan elemen data kependudukan.

Strategi ketiga, melalui edukasi masyarakat untuk memberi pemahaman dan kesadaran yang utuh kepada warga akan pentingnya tertib administrasi kependudukan.

Kabupaten Gresik bersama Kota Jayapura, dua Dinas Dukcapil yang mendapatkan kesempatan memaparkan succses story pada pelaksanaan Rakornas Dukcapil di Provinsi Gorontalo beberapa waktu yang lalu. Semoga menginspirasi bagi Dinas Dukcapil di daerah lain. Dukcapil***

Perlu Perpustakaan Desa Untuk Menekan Rendahnya Minat Baca Masyarakat

Wakil Bupati Blora H. Arief Rohman, MSi mengemukakan minat baca masyarakat  di wilayah desa dan kelurahan di kabutapen Blora masih relatif rendah sehingga perlu didukung adanya perpustakaan di sekitar lingkungan setempat. Demikian hal itu disampaikan pada acara sosialisasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2017 tentang Perpustakaan bagi kepala desa yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora, Selasa (3/5).

“Minat baca dan kebiasaan membaca di Blora masih relatif rendah. Hal itu karena kurangnya sarana perpustakaan yang terjangkau bagi warga desa. Oleh karena itu perlu didukung adanya perpustakaan dengan buku-buku, pengelolaan yang baik sehingga menarik perhatian warga masyarakat. Untuk penambahan buku bisa dicarikan terbosan dari CSR,” kata Wakil Bupati Blora  H. Arief Rohman dalam sambutan mewakili Bupati Blora Djoko Nugroho. Continue reading “Perlu Perpustakaan Desa Untuk Menekan Rendahnya Minat Baca Masyarakat”